.post-body { line-height:1.8em; letter-spacing: 0.1px; }

Sabtu, April 12, 2014

Jenis-Jenis Rasio Keuangan

A. Jenis-Jenis Rasio Keuangan

    Jenis-jenis rasio keuangan yang dapat digunakan untuk menilai kinerja manajemen beragam.Penggunaan masing-masing rasio tergantung kebutuhan perusahaan,artinya terkadang tidak semua rasio digunakan.Hanya saja jika hendak melihat kondisi dan posisi perusahaan secara lengkap,maka sebaiknya seluruh rasio digunakan.
    Dalam praktiknya terdapat beberapa macam jenis rasio keuangan yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja suatu perusahaan.Masing-masing jenis rasio yang digunakan akan memberikan arti tertentu tentang posisi yang diinginkan.Berikut ini jenis-jenis rasio keuangan,yaitu:

  1. Rasio Likuiditas. 
  2. Rasio Solvabilitas (Leverage).
  3. Rasio Aktivitas.
  4. Rasio Profitabilitas.
  5. Rasio Pertumbuhan.
  6. Rasio Penilaian.

  • Rasio Likuiditas
      Fred Wetson menyebutkan bahwa rasio likuiditas (liquidity ratio) merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek.Artinya apabila perusahaan ditagih,maka akan mampu untuk memenuhi utang (membayar) tersebut terutama utang yang sudah jatuh tempo.
Jenis-jenis rasio likuiditas yang dapat digunakan terdiri dari:
  1. Rasio Lancar
  2. Rasio sangat Lancar
  3. Rasio Kas
  4. Rasio Perputaran Kas
  5. Inventory to Net Working Capital
  • Rasio Solvabilitas (Leverage)
       Rasio Solvabilitas atau rasio leverage ratio,merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang.Artinya,berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya.Dalam arti luas dikatakan bahwa rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan (dilikuidasi).
Adapun jenis-jenis rasio solvabilitas antara lain:
  1. Debt to Assets Ratio (Debt Ratio)
  2. Debt to Equity Ratio
  3. Long Term Debt to Equity Ratio
  4. Times Interest Earned
  5. Fixed Charge Coverage
  • Rasio Aktivitas
      Rasio Aktivitas (activity ratio),merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya.Atau dapat pula dikatakan rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan.Efisiensi yang dilakukan misalnya dibidang penjualan,sediaan,penagihan,piutang,dan efisiensi dibidang lainnya.Rasio aktivitas juga digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.
Jenis-jenis rasio aktivitas yang dirangkum dari beberapa ahli keuangan,yaitu:

  1. Perputaran Piutang (Receivable Turnover) dan sektor
  2. Hari rata-rata Penagihan Piutang (Days of Receivable)
  3. Perputaran Sediaan (Inventory Turnover)
  4. Hari Rata-rata Penagihan Sediaan (Days of Inventory)
  5. Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover)
  6. Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Assets Turnover)
  7. Perputaran Aktiva (Assets Turnover)
  • Rasio Profitabilitas                                                                     Rasio Profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan.Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan.Hal ini ditunjukan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi.Intinya bahwa penggunaan rasio ini menunjukan efisiensi perusahaan.
  Jenis-jenis rasio profitabilitas sebagai berikut:
  1. Profit Margin (Profit Margin on Sales)
  2. Return on Investment (ROI)
  3. Return on Equity (ROE)
  4. Laba per Lembar Saham
  5. Rasio Pertumbuhan 
  • Rasio Pertumbuhan
      Rasio Pertumbuhan (Growth Ratio),merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan mempertahankan posisi ekonominya ditengah pertumbuhan perekonomian dan sektor usahanya.Dalam rasio yang dianalisis adalah pertumbuhan penjualan,pertumbuhan laba bersih,pertumbuhan pendapatan per saham,dan pertumbuhan dividen per saham.
  • Rasio Penilaian
      Rasio Penilaian (Valuation Ratio),yaitu rasio yang memberikan ukuran kemampuan manajemen menciptakan nilai pasar usahanya diatas biaya investari,seperti:
  1. Rasio harga saham terhadap pendapatan
  2. Rasio nilai pasar saham terhadap nilai buku





Kasmir,"Pengantar Manajemen Keuangan",2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar